AL QUR’AN DAN PEMBUKUAN SERTA PEMBAKUANNYA
AL QUR’AN DAN PEMBUKUAN SERTA PEMBAKUANNYA
Oleh :ODE ABDURRACHMAN
Pendahuluan
Al Qur’a>n al-Karim adalah mukjizat Islam yang kekal dan mukjizatnya selalu diperkuat oleh kamjuan ilmu pengetahun. Ia diturunkan Allah kepada Rasulullah Saw. untuk mengeluarkan manusia dari suasana gelap menuju yang terang, serta membimbing kejalan yang lurus.
Demikian juga hadith sebagai salah satu sumber hukum Islam dan merupakan produk budaya kehidupan Rasulullah Saw., yang mendukung kemurnian al Qur’an, dan bagian yang tak terpisahkan dengan kehidupan umat Islam.
Rasulullah Saw. menyampaikan Qur'an kepada sahabatnya -orang Arab asli- sehingga mereka memahaminya berdasarkan naluri dan bahasa mereka sehingga meskipun terjadi perbedaan pendapat tentang autensitas al Qur’an, ini lebih disebabkan karena kebutuhan akan nash yang asli dan tidak ditumpangi kepentingan-kepentingan individu ataupun kelompok yang akan memunculkan perpecahan disuatu saat nanti.
Dan inilah bukti bahwa al Qur’an menyimpan potensi yang sangat dahsyat dengan segala misteri dan kelebihannya dimana kehadirannya tak pernah berhenti dan menjadi pusat inspirasi bagi manusia untuk melakukan penafsiran dan pengembangan makna atas ayat-ayatnya, dan dapat dikatakan bahwa al Qur’an hingga kini masih menjadi teks inti (core tex) dalam peradaban Islam.
A. Tinjauan Umum Tentang Al Qur’an
1. Definisi Al Qur’an
Lafdz qur’a>n sama dengan qira>’at} yang menurut bahasa berarti menghimpun dan memadukan sebagian huruf-huruf dan kata-kata dengan bagian yang lainnya, dalam satu ucapan yang tersusun rapi. Qur’an pada mulanya seperti qira>’at, yaitu masdar (infinitif) dari kata qara’a, qira’atan, qur’anan. Seperti pada contoh makna ayat berikut :
Allah Berfirman :
“Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (dalam dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apalagi kami telah selesai membacanya maka ikutilah bacaannya.” (Al-Qiyamah : 17-18)
Qur’anah disini berarti Qira’atuhu (bacaannya/cara membacanya). Jadi kata ini adalah masdar menurut wazn (tasrif, konjugasi) “fu’lan” dengan vokal “u” seperti “gufran” dan syukran. Kita dapat mengatakan qara’tuhu, qur’an, qira’atan, wa qur’anan, artinya sama saja. Disini maqru (apa yang dibaca) diberi nama
Oleh :ODE ABDURRACHMAN
Pendahuluan
Al Qur’a>n al-Karim adalah mukjizat Islam yang kekal dan mukjizatnya selalu diperkuat oleh kamjuan ilmu pengetahun. Ia diturunkan Allah kepada Rasulullah Saw. untuk mengeluarkan manusia dari suasana gelap menuju yang terang, serta membimbing kejalan yang lurus.
Demikian juga hadith sebagai salah satu sumber hukum Islam dan merupakan produk budaya kehidupan Rasulullah Saw., yang mendukung kemurnian al Qur’an, dan bagian yang tak terpisahkan dengan kehidupan umat Islam.
Rasulullah Saw. menyampaikan Qur'an kepada sahabatnya -orang Arab asli- sehingga mereka memahaminya berdasarkan naluri dan bahasa mereka sehingga meskipun terjadi perbedaan pendapat tentang autensitas al Qur’an, ini lebih disebabkan karena kebutuhan akan nash yang asli dan tidak ditumpangi kepentingan-kepentingan individu ataupun kelompok yang akan memunculkan perpecahan disuatu saat nanti.
Dan inilah bukti bahwa al Qur’an menyimpan potensi yang sangat dahsyat dengan segala misteri dan kelebihannya dimana kehadirannya tak pernah berhenti dan menjadi pusat inspirasi bagi manusia untuk melakukan penafsiran dan pengembangan makna atas ayat-ayatnya, dan dapat dikatakan bahwa al Qur’an hingga kini masih menjadi teks inti (core tex) dalam peradaban Islam.
A. Tinjauan Umum Tentang Al Qur’an
1. Definisi Al Qur’an
Lafdz qur’a>n sama dengan qira>’at} yang menurut bahasa berarti menghimpun dan memadukan sebagian huruf-huruf dan kata-kata dengan bagian yang lainnya, dalam satu ucapan yang tersusun rapi. Qur’an pada mulanya seperti qira>’at, yaitu masdar (infinitif) dari kata qara’a, qira’atan, qur’anan. Seperti pada contoh makna ayat berikut :
Allah Berfirman :
“Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (dalam dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apalagi kami telah selesai membacanya maka ikutilah bacaannya.” (Al-Qiyamah : 17-18)
Qur’anah disini berarti Qira’atuhu (bacaannya/cara membacanya). Jadi kata ini adalah masdar menurut wazn (tasrif, konjugasi) “fu’lan” dengan vokal “u” seperti “gufran” dan syukran. Kita dapat mengatakan qara’tuhu, qur’an, qira’atan, wa qur’anan, artinya sama saja. Disini maqru (apa yang dibaca) diberi nama

0 Comments:
Post a Comment
<< Home